Beranda»Agribisnis»Pembatasan impor hortikultura untungkan petani lokal

Pembatasan impor hortikultura untungkan petani lokal

BISNIS ACEH
Kamis, 31 Januari 2013 20:37 WIB

HortikulturaFOTO : IstHortikultura

JAKARTA - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai sah-sah saja apabila pemerintah akan membatasi impor 13 jenis produk hortikultura per Januari 2013. Kebijakan tersebut, kata Hatta, justru akan menguntungkan petani lokal dan menjadikan produk lokal sebagai produk unggulan di dalam negeri.

"Tidak ada negara di dunia ini yang tidak memberikan protection atau perlindungan terhadap petani lokalnya. Indonesia adalah salah satu dari negara yang harus memberikan perlindungan kepada para petani lokal," kata Hatta di Batu Mirah, Tegal, Kamis (31/1).

Mengendalikan 13 jenis produk holtikultura, kata Hatta, merupakan salah cara melindungi petani lokal. Kebijakan tersebut, menurut Hatta, sama sekali tidak melanggar ketentuan World Trade Organization (WTO) karena tujuan kebijakan tersebut adalah untuk mensejahterakan para petani lokal.

"Masalahnya sekarang impor produk kita banyak sekali, padahal kita mempunyai produk dengan kualitas terbaik seharusnya kita bisa memanfaatkan potensi dalam negeri," imbuh dia

Beberapa komoditas petani lokal, lanjut Hatta, memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang produk impor. Beberapa diantaranya adalah Salak dan Jeruk. Dengan demikian keputusan pengendalian impor holtikultura ini sudah sejalan.

Penghentian impor tersebut menyusul tidak adanya rekomendasi dari Kementerian Pertanian pada 13 komoditas hortikultura tersebut. Di antaranya adalah kentang, kubis, wortel, cabai, nanas, melon, pisang, mangga, pepaya, durian, bunga krisan, bunga anggrek dan bunga heliconia.

Peraturan ini juga telah membuat pemerintah Amerika Serikat berang. Pasalnya, hal ini menjadikan ekspor dari AS berkurang sehingga kesejahteraan petani turun. | merdeka



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Agribisnis

Close