Beranda»Bisnis & Investasi»Awal 2013, Pabrik Chevrolet Spin dibangun di Indonesia

Awal 2013, Pabrik Chevrolet Spin dibangun di Indonesia

BISNIS ACEH
Kamis, 27 Desember 2012 21:38 WIB

 

Chevrolet SpinFOTO : ChevroletChevrolet Spin

DENPASAR - Agen tunggal pemegang merek Chevrolet, PT General Motor’s Indonesia memastikan mengoperasikan pabrik di Bekasi, Jawa Barat pada triwulan I/2013 guna memenuhi permintaan produksi satu varian mobil keluarga, Spin.

Berdasarkan data, pembangunan pabrik di atas lahan 13 hektare tersebut menelan investasi senilai US$150 juta. Pada proyeksi tahunan, pabrik di Pondok Ungu, Bekasi itu memproduksi sebanyak 40.000 unit kendaraan.

Pabrik itu juga akan menyerap 800 pekerja baru dengan 250 orang diantaranya bekerja secara khusus di pabrik perakitan.

Direktur Pemasaran General Motor Indonesia (GMI) Yuniadi H Hartono mengatakan pabrik itu dipastikan sudah mampu beroperasi pada triwulan I/2013.

Pada Agustus 2011, pabrik yang awalnya digunakan untuk memproduksi Opel Blazer itu disulap untuk memproduksi varian terbaru Chevrolet, Spin. “Spin akan dijual segera setelah unitnya selesai diproduksi,” katanya kepada Bisnis, Selasa (26/12).

Berdasarkan rencana perusahaan, lanjutnya, penjualan mobil berkapasitas mesin 1.800 cc itu ditarget pada akhir semester I/2013.

Spin sebagai mobil keluarga, diprediksi akan bersaing ketat dengan Grand Livina besutan Nissan dan Ertiga milik Suzuki serta duet milik Astra, Avanza dan Xenia.

Untuk penjualan mobil tujuh kursi ini, papar Yuniadi, GMI belum mematok target penjualan sepanjang 2013. “Perusahaan sebagai penjual, akan lebih dulu mematangkan konsep dimana pasar dan dengan siapa mobil itu bersaing.”

Namun, jelasnya, GMI sebagai agen pemegang merek masih optimistis varian baru ini akan segera diterima pasar mengingat catatan penjualan mobil pada 2012 yang menembus angka 1 juta unit dalam setahun.

Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman Rusdi memprediksi penjualan kendaraan roda empat pada 2013 tumbuh 5% dibandingkan realisasi tahun ini yang mencapai 1 juta unit.

“Tahun depan industri mobil nasional diproyeksikan tumbuh menjadi 1,05 juta unit.”

Target itu merupakan target pesimistis Gaikindo ditengah ketidakpastian krisis ekonomi global maupun potensial domestic market yang mempengaruhi pasar mobil nasional.

Krisis global belum menunjukkan adanya perbaikan yang berpotensi mengganggu perekonomian dalam negeri. “Hal tersebut akan menurunkan daya beli konsumen.”


Sumber | bisnis



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Bisnis & Investasi

Close