Beranda»Berita Utama»500 unit mobil eks Singapura di Sabang masih belum jelas

500 unit mobil eks Singapura di Sabang masih belum jelas

H SAKY ~ BISNIS ACEH
Senin, 17 Desember 2012 15:25 WIB

 

Mobil Eks Singapura di Pelabuhan MalayahatiFOTO : sabangcenterMobil Eks Singapura di Pelabuhan Malayahati

BANDA ACEH - Direktur Promosi dan Investasi Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Agussalim megatakan bahwa pihaknya akan melakukan registrasi dan pendataan kembali terkait dengan 500 unit mobil eks Singapura yang saat ini masih berada di daratan Sabang.

"Kita akan duduklan dengan pihak Samsat, Bea Cukai dan pihak-pihak terkait lainnya untuk membicarakan hal ini," katanya kepada Bisnis Aceh hari ini, Senin.

Menurutnya, pihaknya akan memediasi para importir mobil eks Singapura untuk bertemu dengan berbagai pihak, dan mengusahakan agar mobil tersebut dapat dibawa ke daratan Aceh.

"BPKS yang bisa memediasi, kalaupun ada keinginan dari para importir untuk membawa mobil tersebut kedaratan Aceh," ujarnya.

Ia menjelaskan, akan ada banyak manfaat jika kemudian mobil eks Singapura tersebut dapat dibawa kedaratan Aceh, selain ada pendapatan negara, hal ini juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat.

"BPKS tidak punya kewenangan kalau itu dibawa keluar Sabang, tapi kita bisa menfasilitasi untuk bertemu langsung dengan pihak Kementrian Perdagangan," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Aceh, Nurdin menerangkan bahwa saat ini Kementrian Perdagangan melarang impor mobil bekas, kalau impor mobil masih dikawasan Sabang itu kewenangan BPKS, dan aturannya berbeda, tapi jika ingin dibawa kedaratan Aceh, hal itu tidak bisa.

"Ada larangan dan peraturan Menteri perdagangan nomor 54 tahun 2009, mengenai ketentuan larangan impor barang bekas kedaratan, tapi jika itu diimpor dan peruntukannya hanya di Sabang tidak menjadi persoalan," tandasnya.

jadi menurut Nurdin, kalaupun ada kehendak untuk membawa 500 unit mobil eks Singapura kedaratan Aceh, tentunya harus ada izin dari Kementrian perdagangan, berupa ketentuan untuk kuota impor.

"Harus ada persetujuan dan izin dulu untuk bawa mobil itu ke daratan Aceh," pungkasnya.



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close