Beranda»Berita Utama»Irigasi masih menjadi tantangan pertanian Aceh 2013

Irigasi masih menjadi tantangan pertanian Aceh 2013

H SAKY ~ BISNIS ACEH
Jum`at, 29 Maret 2013 19:58 WIB

Jaringan irigasiFOTO : istJaringan irigasi

BANDA ACEH - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)) Aceh, Prof Abu Bakar Karim mengatakan, persoalan irigasi terutama jaringan primer sekuder dan tersier masih menjadi masalah pertanian Aceh 2013.

"Irigasi menjadi pokok utama Aceh tahun ini, dengan menyandarkan pertanian sebagai leading sektor perekonomian Aceh," katanya kepada Bisnis Aceh hari ini, Jumat.

Ia menjelaskan, kondisi aliran irigasi di Aceh saat ini masih memperihatikan, terutama jaringan primer yang dibangun oleh pemerintah pusat, dan juga Dinas Sumber Daya Air (SDA). "Ada beberapa masalah terkait dengan interkoneksi antar jaringan, dari jaringan primer ke jaringan sekunder dan dari jaringan sekunder ke tersier," ujarnya.

Ia melanjutkan, dalam sistem pertanian di Aceh saat ini, jaringan primer dan sekunder menjadi Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Dinas Sumber Daya Air, sementara jaringan tersier dan kuarter untuk mengalirkan air ke lahan-lahan sawah masyarakat dikerjakan oleh Dinas Pertanian.

"Nah muncul persoalannya adalah ketika perencanaan jaringan tidak saling terkoneksi, akibat perencanaannya dilaksanakan oleh dua SKPA," tuturnya.

Saat ini, tambahnya, kondisi pertanian di Aceh hanya 35 persen lahan pertanian yang teraliri irigasi, dengan 20 persen diantaranya masyarakat telah menanam padi 2 kali dalam setahun. "Indeks Penanaman padi di Aceh masih sangat kecil," tukasnya.



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close