Beranda»Berita Umum»Kebiasaan unik dari Einstein

Kebiasaan unik dari Einstein

BISNIS ACEH
Senin, 15 Oktober 2012 08:53 WIB

EinsteinFOTO : ISTIMEWAEinstein

BERLIN - Fisikawan kondang Albert Einstein tidak hanya tertarik pada teori kinetik molekular,  elektrodinamika benda bergerak, mekanika kuantum, dan inersia energi. Jenius Yahudi Jerman ini ternyata juga gemar naik sepeda, berlayar, memancing, berbaring di pantai, bermain biola, merokok pipa, dan menyeruput teh.

Setidaknya, inilah yang muncul dari album foto pribadinya, yang baru-baru ini diunggah ke jagat maya sebagai bagian dari proyek digitalisasi besar Leo Baeck Institute.

Situs baru, yang sudah bisa diakses masyarakat umum, meski baru akan secara resmi diresmikan minggu depan, menawarkan akses ke sekitar 3,5 juta halaman yang mendokumentasikan kehidupan warga Yahudi di Eropa Tengah. Leo Baeck Institute, yang memiliki pusat di New York, adalah salah satu perusahaan terkemuka dalam penelitian dan dokumentasi kaum Yahudi berbahasa Jerman. Sejauh ini, tiga perempat dari koleksi arsip yang telah didigitalisasi dan tersedia untuk umum secara gratis.

Proyek ini diberi nama DigiBaeck (www.lbi.org/digibaeck) dan menawarkan gateway digital untuk koleksi lembaga ini. Selain jutaan halaman dokumen dalam bahasa Jerman, ada juga dokumen dalam lebih dari selusin bahasa lain, dan banyak potongan-potongan dalam koleksi termasuk terjemahan bahasa Inggris.

Materi online ini mulai dari sejarah masyarakat dan keluarga, buku langka, dan karya seni, surat-surat pribadi, dan hingga foto-foto tokoh-tokoh seperti Einstein dan Moses Mendelssohn. Ada juga surat-surat, buku harian, dan pernak-pernik lainnya dari kehidupan sehari-hari lebih dari lima abad, dengan penekanan khusus pada Yahudi Jerman. Di samping dokumen dari sejumlah tokoh seperti Franz Kafka dan Sigmund Freud, ada juga makalah dari warga biasa.

"Arsip berfokus pada sejarah sehari-hari dan keluarga, bukan hanya orang-orang terkenal yang diidentifikasi sebagai Yahudi Jerman, tetapi juga orang-orang biasa dari semua kelas," kata Dr Anja Siegemund, direktur dari Leo Baeck Institute di Yerusalem.

 

Sumber : Tempo / Haaretz



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close