Beranda»Berita Umum»Masa kawin, gajah penghalau milik BKSDA Aceh tak bisa turun ke lokasi

Masa kawin, gajah penghalau milik BKSDA Aceh tak bisa turun ke lokasi

BISNIS ACEH
Jum`at, 26 April 2013 17:17 WIB

IlustrasiFOTO : IstimewaIlustrasi

BIREUEN - Penggiringan kawanan gajah yang kerap merusak perkebunan warga di kawasan Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, belum bisa dilakukan saat ini karena gajah terlatih sebagai penghalau milik BKSDA sedang dalam masa kawin.

Kendati gajah tidak mempunyai musim kawin tetap, perilaku ini bisa terjadi tiga sampai lima bulan sekali. Masa yang dikenal sebagai musim berahi ini bisa berlangsung selama 1-4 minggu.

"Diperkirakan bulan Mei mendatang gajah penghalau itu baru bisa diturunkan ke lokasi," ujar Ketua Tim Penyuluhan dari BKSDA Aceh, Dewi Asyi SH, Jumat (26/4/2013).

Untuk saat ini, lanjut Dewi, pihak BKSDA memprioritaskan pendekatan sekaligus sosialisasi cara penanganan amuk gajah ke masyarakat Desa Pante Peusangan dan sekitarnya. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah konflik berkepanjangan dengan satwa liar.

"Kita harapkan tidak ada lagi korban yang jatuh akibat gangguan gajah liar itu, kerja sama berbagai pihak sangat kita harapkan agar persoalan ini segera tuntas dan masyarakat merasa tenang kembali," tandas Dewi.

 

Sumber : Kompas



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close