Beranda»Kewirausahaan»Kemenkop jaring wirausaha pemula melalui kompetisi pembuatan business plan

Kemenkop jaring wirausaha pemula melalui kompetisi pembuatan business plan

BISNIS ACEH
Rabu, 09 Januari 2013 20:31 WIB

IlustrasiFOTO : ISTIMEWAIlustrasi

JAKARTA -Kementerian Koperasi dan UKM meningkatkan jumlah calon wirausaha pemula dari 1.000 orang menjadi 1.500 karena sasarannya tidak hanya kaum intelektual generasi muda dari perguruan tinggi.

Prakoso Budi Susetyo, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan ajang kompetisi pembuatan perencanaan bisnis atau business plan, pada awalnya hanya ditargetkan sekitar 1.000 orang wirausaha pemula.

”Yang menjadi sasaran tidak hanya mahasiswa, namun lebih luas non mahasiswa seperti komunitas tertentu atau kelompok masyarakat strategis,” katanya pada sosialisasi Gerakan Kewirausahaan Nasional di Kampus Universitas Esa Unggul hari ini, Rabu (9/1/2013).

Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) ketiga pada tahun ini dipusatkan di Gedung SME Jakarta Selatan yang rencananya akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun tokoh entrepreneurs dunia dari Amerika Serikat, yakni pendiri facebook dan twitter.

Dengan alasan itu Kementerian Koperasi dan UKM memutuskan untuk meningkatkan jumlah calon wirausaha pemula yang akan diseleksi dari pembuatan business plan. Sekitar 80.000 proposal ditargetkan masuk untuk diseleksi menjadi 1.500 pemenang.

Menurut Prakoso, pemenang akan menerima modal usaha awal hingga makasimal Rp25 juta. Jumlahnya akan disesuaikan dengan usaha yang hendak mereka tekuni sesuai dengan proposal bisnis yang dilombakan. Namun nilai maksimalnya ditetapkan Rp25 juta.

Program ini dilaunching Kementerian Koperasi dan UKM, untuk menciptakan dan meningkatkan jumlah wirausaha pemula nasional yang kreatif dan inovatif. Saat ini jumlah wirausaha Indonesia masih sekitar 1,56% dari populasi penduduk, sedangkan targetnya menjadi 2%.

”Meski demikian, Presiden SBY telah mengintruksikan Kementerian Koperasi dan UKM untuk membuka peluang kerja sebanyak 1 juta orang pada 2013. Kemudian jumlah itu kami naikkan menjadi 1.500 orang,” tutur Prakoso Budi Susetio.

 

Sumber : Bisnis



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close