Beranda»Kewirausahaan»Kerajinan kasap Aceh Barat tembus luar negeri

Kerajinan kasap Aceh Barat tembus luar negeri

BISNIS ACEH
Selasa, 18 September 2012 14:53 WIB

Sulam KasapFOTO : gambaraphotography.comSulam Kasap

MEULABOH - Industri kerajinan tangan sulam benang emas atau kasap di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terus tumbuh dan mulai menembus pasar luar negeri.

Molyani (40), perajin kasap Aceh Barat di Meulaboh, Senin, mengatakan, hasil kerajinan tangan miliknya sering dipesan oleh pengusaha luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan  Uni Eropa.

"Sering saya mendapat order dari Pulau Jawa bahkan luar negri, baru-baru ini karya seni kasap Aceh Barat dipamerkan sampai ke Uni Eropa, bukan saya yang pergi namun atas nama pemerintah untuk dipamerkan sebagai salah satu karya seni Aceh yang unik dan memiliki khas," katanya.

Kata wanita yang akrab disapa Umi ini, produk kerajinan tangan miliknya terfokus pada hiasan dinding serta peralatan pelaminan dengan harga orderan Rp25 juta/set dengan melibatkan pekerja 95 orang di rumah industri di 10 desa di Kecamatan Sama Tiga dan satu unit cabang di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Untuk wilayah Provinsi Aceh, hasil produksi industri kerajinan tangannya itu dominan dipasarkan ke Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

"Melalui Banda Aceh itulah, produksi industri kami dikenal oleh pasar luar negeri, selain memiliki nilai kerapian," ujarnya.

Kata Umi, usahanya tersebut pernah mendapat perhatian khusus dari lembaga internasional yang datang ke Aceh pascatsunami 26 Desember 2004.

Peluang ini juga yang membuat hasil karya seni ibu rumah tangga Aceh Barat ini bisa tembus pasar luar negeri meskipun masih dalam jumlah terbatas, ujarnya.

"Terkadang para NGO yang dulunya pernah mendampinggi kita saat memulai industri masih memesan karya kita untuk dipasarkan di negaranya, demikian juga warga Aceh yang berdomisili di luar yang masih menjadikan tradisi Aceh dalam resepsi pernikahan," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk di wilayah Aceh Barat sendiri produksi kerajinan tangan sulam emas itu sulit untuk dipasarkan, malahan lebih cendrung hanya disewakan kepada masyarakat yang membuat acara resepsi pernikahan ataupun sunat rasul.

Ia menyebutkan, untuk industri konsumsi daerah lebih banyak permintaan dari kasap dan hiasan dinding seperti bercorak "Bungong Jeumpa" termasuk juga kaligrafi Arab dengan omzet antara Rp5 juta-Rp7 juta/bulan.

Untuk jenis tersebut dengan ukuran kecil 10X25 centimeter seharga Rp80 ribu sampai harga tertinggi Rp350 ribu/paket untuk ukuran satu meter persegi.

Umi menyebutkan, selain menjadi pemasukan bagi usahanya, industri tersebut juga sudah 20 tahun terakhir membantu ibu-ibu rumah tangga yang dipekerjakan, sehingga mampu menompang kebutuhan hidup keluarga mereka.

Ia menyarankan, pemerintah daerah dapat menyediakan sebuah wadah bagi kaum ibu rumah tangga untuk bergerak pada industri itu, sebab karya mereka juga merupakan salah satu upaya mempertahankan ciri khas dan seni daerah Aceh.

"Karena bila kerajinan khas Aceh ini tidak ada yang terus mendorong dan menghidupkan, nanti kita khawatir kerajinan tangan kita yang begitu indah ini dikerjakan oleh daerah lain," katanya.

 

Sumber : Antara-aceh



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Kewirausahaan

Close